NHW #1

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

📚NICE HOMEWORK #1📚

ADAB MENUNTUT ILMU

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi Ibu Profesional Batch #4, kini sampailah kita pada tahap menguatkan ilmu yang kita dapatkan kemarin, dalam bentuk tugas.

Tugas ini kita namakan NICE HOMEWORK dan disingkat menjadi NHW.

Dalam materi “ADAB MENUNTUT ILMU” kali ini, NHW-nya adalah sebagai berikut:

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan Anda tekuni di Universitas Kehidupan ini.

Jurusan ilmu yang akan saya tekuni di Universitas Kehidupan ini saya namakan “Ibu Gembira”. Yaitu menjadi ibu dan istri yang selalu menjadi penyejuk mata, membawa ketentraman hati, dan menjadi contoh yang baik bagi anak dan pasangan.

2. Alasan terkuat apa yang Anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.

Sebagai seorang ibu dan seorang istri, haruslah selalu membawa suasana yang positif dan menyenangkan bagi suami dan anak-anaknya. Pada surat Ar-Ruum ayat 21 Allah berfirman :

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

Dalam sebuah nasihat oleh Ustadz Khalid Basamalah, beliau mengatakan bahwa seseorang harus mencintai pasangannya dengan setulus hati karena Allah tanpa sedikitpun meredam perasaannya. Sementara alasan menahan rasa cinta karena rasa takut kehilangan suami/istri merupakan urusan nanti yang tak perlu dijadikan suatu penghalang untuk mencurahkan perasaan. Diceritakan bahwa Aisyah menyambut Rasulullah dengan menghempaskan rambutnya, memakai wangi-wangian, duduk di atas paha Rasulullah, dan mandi bersama beliau. Dalam urusan suami-istri tidak ada urusan merasa tidak patut dan lain sebagainya. Rasulullah berkata bahwa terdapat tiga hal yang tidak sia-sia, yaitu seseorang yang mengurus kuda jihadnya, seseorang yang mencari nafkah di jalan Allah, dan suami-istri yang sedang bercanda.

Dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ تَزَوَّجَ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ نِصْفَ اْلإِيْمَانِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ الْبَاقِى

“Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh imannya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.”

Adapun seorang anak akan membawa nama orang tuanya dan dikenang secara duniawi. Selain itu anak adalah aset amal jariyah yang terbesar, tempat mengajarkan adab dan ilmu.

“Untuk ibuku yang tak kuingat kapan ia pernah marah dan memasang wajah cemberutnya.” – Retno Hening dalam buku Happy Little Soul.

Bahwa seorang anak akan belajar melalui kedua orang tuanya dengan cara mencontoh keseharian mereka, memperhatikan gerak-gerik kedua orang tuanya. Bukan hanya dari rentetan nasihat yang disampaikan dengan baik. Ibu yang gembira akan melahirkan anak dengan emosi yang stabil. Perlunya seorang ibu mencontohkan kepada anaknya bagaimana pentingnya kebiasaan yang baik, rasa empati, serta rasa ridha dan tunduk dalam melaksanakan kewajiban, merupakan hal yang penting dalam menurunkan adab kepada anak.

Selain ibu yang gembira akan menciptakan keluarga yang dirindukan, semua hal yang telah saya jabarkan di atas tentunya akan terasa jauh lebih ringan jika saya menjalaninya dengan rasa gembira dan hati yang ikhlas.

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan Anda rencanakan di bidang tersebut?

Beberapa strategi menuntut ilmu yang saya rencanakan pada bidang ini adalah dengan terus berusaha mengenal karakter pasangan dan karakter anak, dan juga menerima kekurangannya serta terus memperbaiki diri bersama-sama. Selain itu saya juga akan memperbanyak bacaan dan mendengarkan nasihat mengenai adab-adab berinteraksi dengan pasangan dan anak.

Hal yang terpenting lainnya adalah selalu menyediakan waktu untuk berdiam diri melakukan introspeksi diri tanpa perlu merasa down dengan kekurangan yang terdapat dalam diri. Dengan memegang empat hal penting yaitu niat, adab, ilmu, dan amal, kesungguhan melakukan perubahan diri tentu secara perlahan akan dapat dirasakan.

Menjadi seorang ibu yang gembira bukan berarti tak boleh merasa bersedih ataupun menumpahkan rasa kecewa. Akan tetapi emosi yang dirasakan harus dipilah dan disampaikan kepada pasangan dan anak dalam waktu serta cara yang ahsan.

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang Anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

Perubahan sikap yang perlu diperbaiki dalam proses mencari ilmu “Ibu Gembira” salah satunya adalah berusaha agar dapat terus menerima setiap masukan yang diberikan oleh pasangan dengan lapang dada, tidak menunjukkan sikap tersinggung atau ngambek, dan menghindari sikap menolak nasihat. Selain itu saya akan terus berusaha untuk mengingat bahwa nasihat dari pasangan adalah demi kebaikan diri saya, pasangan, dan keluarga yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. 🙂

“Sedusta-dusta perkataan adalah prasangka buruk.”

Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Semoga Allah selalu menuntun.
Rahmi Elva Oktaviani
Peserta Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch #4 Bandung 3

Advertisements

3 thoughts on “NHW #1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s